berbicara dengan bahasa hati
mengucap rindu bersenandung remah sunyi
duh,,,gerimis menurunkan tangis lagi
mencaci bumi sekian waktu hilang berganti
membanjiri,,,
gersang tak tersentuh di padang ilalang
entah itu sekejap lalu terbayang
warna langit masih saja menyembunyikan bintang
ahh,,,biarlah kerlip tak terpandang
lolos cahaya menemui titik jelang
mengabarkan janji mentari segera datang
sudah seperti apa semesta bernyanyi
gemuruh memuncak di pedalaman kurung sepi
tak tau malam entah pagi pergi
disini,,,di tempat yang sama serupa esok nanti
kau dan aku menguntai rasa tanpa jeri
memadukan cinta nuansa surgawi
berhias pelangi,,,semerbak aroma wangi
berkelambu hangat di pertemuan dua hati
yah,,tak peduli jembatan panjang membentang
meski sinaran terenggut petang
satu rasa takkan pernah hilang
untukmu cinta berpulang
duhai kaulah bidadariku yang senantiasa ku panggil sayang,,,,
Senin, 02 Juni 2014
senja mencuri langit biru
redup mentari mengelabu
entah itu malam seperti apa menjamu
ataupun janji rembulan masih dibalik samar semu
pagi tetap menemui waktu
kembali memadu di pelataran semesta berlagu
tentang rindu,,,,,
duh,,,pesona cakrawala jingga
bukankah kau tau pelangi takkan buta warna
maka,,,selipkanlah cahaya di remang pagi buta
menuturkan bahasa indah nyayian cinta
mengiramakan lagu alam membisik mesra
tentang aku dan dirinya,,,
sudah seperti itu takkan berbuah ragu
serupa karang membatu,,,tak karam di dera ombak menderu
inilah apa yang dinamai itu,,,
ikat suci mengeratkan dua kalbu,,,
memberikan arah tuju dalam langkah rindu
menuai kasih di singgasana cinta syahdu
disitu,,,
ya,,,rekah mawar menebar aroma
berbunga-bunga taman di kultur cahaya
layu,,,bukan satu dari cerita rasa
kesejatian membuktikan nyata
hilang semu di pandang mata
dan tak seberapa lama penantian berbuah cinta
mendengus hati mencium aroma surga
kau bidadari,,,mengulurkan tangan cahaya memeluk jiwa
aku terpana,,,merebahkan raga di pangkuanmu manja
begitu selanjutnya,,,,,
redup mentari mengelabu
entah itu malam seperti apa menjamu
ataupun janji rembulan masih dibalik samar semu
pagi tetap menemui waktu
kembali memadu di pelataran semesta berlagu
tentang rindu,,,,,
duh,,,pesona cakrawala jingga
bukankah kau tau pelangi takkan buta warna
maka,,,selipkanlah cahaya di remang pagi buta
menuturkan bahasa indah nyayian cinta
mengiramakan lagu alam membisik mesra
tentang aku dan dirinya,,,
sudah seperti itu takkan berbuah ragu
serupa karang membatu,,,tak karam di dera ombak menderu
inilah apa yang dinamai itu,,,
ikat suci mengeratkan dua kalbu,,,
memberikan arah tuju dalam langkah rindu
menuai kasih di singgasana cinta syahdu
disitu,,,
ya,,,rekah mawar menebar aroma
berbunga-bunga taman di kultur cahaya
layu,,,bukan satu dari cerita rasa
kesejatian membuktikan nyata
hilang semu di pandang mata
dan tak seberapa lama penantian berbuah cinta
mendengus hati mencium aroma surga
kau bidadari,,,mengulurkan tangan cahaya memeluk jiwa
aku terpana,,,merebahkan raga di pangkuanmu manja
begitu selanjutnya,,,,,
menguntai malam merindukan cahaya rembulan
langit berawan memenuhi lingkup pandangan
ah gelap,,,sudahlah lewat menjadi kisah lamunan
kini pagi telah kembali dengan rona pancaran
mengabarkan sapa mentari sepeninggal hujan
kering embun di sentuh kehangatan
membisik mengutarakan isi hati
deru nafas mengiringi kecup kening di hening sunyi
duh,,,tak mampu ku ungkap seberapa aku mencintai
untukmu,,,tak terhitung banyakknya rasa terberi
serupa selaksa langit mencumbui malam nanti
beribu bintang berpendar menghiasi
tak ada ragu di setiap jejak jalan
arah tuju bukanlah samar penglihatan
keindahan itu mewujud nyata dalam genggaman
kaulah asa didetak jantungku punya kehidupan
renta terkubur mati seumpama hilang sentuhan
luluh lantah di dera kesunyian,,,
pembuktiaan hati bukan sekedar ilusi mimpi
adanya kau satu takkan pernah terganti
sedari awal mula terikat suci,,,begitulah simpul mati
ini adalah kedalam hati
menguntai cinta hingga kultur abadi
pada masanya nanti...
langit berawan memenuhi lingkup pandangan
ah gelap,,,sudahlah lewat menjadi kisah lamunan
kini pagi telah kembali dengan rona pancaran
mengabarkan sapa mentari sepeninggal hujan
kering embun di sentuh kehangatan
membisik mengutarakan isi hati
deru nafas mengiringi kecup kening di hening sunyi
duh,,,tak mampu ku ungkap seberapa aku mencintai
untukmu,,,tak terhitung banyakknya rasa terberi
serupa selaksa langit mencumbui malam nanti
beribu bintang berpendar menghiasi
tak ada ragu di setiap jejak jalan
arah tuju bukanlah samar penglihatan
keindahan itu mewujud nyata dalam genggaman
kaulah asa didetak jantungku punya kehidupan
renta terkubur mati seumpama hilang sentuhan
luluh lantah di dera kesunyian,,,
pembuktiaan hati bukan sekedar ilusi mimpi
adanya kau satu takkan pernah terganti
sedari awal mula terikat suci,,,begitulah simpul mati
ini adalah kedalam hati
menguntai cinta hingga kultur abadi
pada masanya nanti...
kejora merindu bulan
langit tersipu malu di balik awan
menggumpal arakan ke ujung pandangan
turun hujan selepas perjamuan mendung sapaan
tangis langit menemui bumi di pelataran
kebasahan,,,,
duh cahaya,,,rekahkanlah pesona
biarkanlah kabur hitam mengumpat gulita
kenyataanya mentari masih menawarkan rona
menemui pagi kala jingga menutup malam buta
hilang sunyi,,,menyambut tatap cahaya
indahnya,,,,,
tak menunggu senja keperaduan
bayang dirimu hadir dalam lamunan
oh,,,kau cinta sedari awal ku sabdakan
ku pasrahan apa itu asa harapan
menjajaki hari-hari bersamamu sepanjang zaman
menyempurnakan hidup di lingkup kebahagiaan
hingga nanti pusara keabadiaan
tetap dalam genggaman,,,,
ini pertauatan dua raga satu rasa
memenuhi semesta dengan kerjap pesona
tak peduli buta warna didera gulia
pelita senantiasa ada memberi jalan cahaya
akhir perjamuan satu makna
surga adalah muara cinta,,,,,,,
itulah asa doa terpinta senantiasa
pada-NYA YANG MAHA KUASA
langit tersipu malu di balik awan
menggumpal arakan ke ujung pandangan
turun hujan selepas perjamuan mendung sapaan
tangis langit menemui bumi di pelataran
kebasahan,,,,
duh cahaya,,,rekahkanlah pesona
biarkanlah kabur hitam mengumpat gulita
kenyataanya mentari masih menawarkan rona
menemui pagi kala jingga menutup malam buta
hilang sunyi,,,menyambut tatap cahaya
indahnya,,,,,
tak menunggu senja keperaduan
bayang dirimu hadir dalam lamunan
oh,,,kau cinta sedari awal ku sabdakan
ku pasrahan apa itu asa harapan
menjajaki hari-hari bersamamu sepanjang zaman
menyempurnakan hidup di lingkup kebahagiaan
hingga nanti pusara keabadiaan
tetap dalam genggaman,,,,
ini pertauatan dua raga satu rasa
memenuhi semesta dengan kerjap pesona
tak peduli buta warna didera gulia
pelita senantiasa ada memberi jalan cahaya
akhir perjamuan satu makna
surga adalah muara cinta,,,,,,,
itulah asa doa terpinta senantiasa
pada-NYA YANG MAHA KUASA
terhenyak mengikuti arus waktu
malam menunggu sehabis petang menutup buku
duh langit,,,rekahkanlah cahaya nan mengharu biru
menghentikan kisah hujan sehari dulu
aku ingin itu,,,,,
ku bukai tirai-tirai pembunuh sepi
lalu sentuhan membelai jemari
oh,,,ternyata kau disini,,,bukankah kucari sedari tadi
kulum senyummu menyiratkan arti
menggodaku biar sejenak linglung tak tau lagi
bidadari hilang tadi,,,,
ah sayang,,,seumpama masa menjemput kau dan aku
inginku bersamamu melewati itu
menuntun langkah mengecap kalbu
melanjutkan kisah ke wujud baru
di tempat itu,,,,,
tak ada mimpiku terkhayal nanti
kesendirian bukan jalanku menatap mentari
karna adanya kau adalah cahayaku tak putus mati
tetaplah disini disisi raga dan hati
kau bidadariku,,,kini dan nanti
tak ingin ada yang lain lagi..
malam menunggu sehabis petang menutup buku
duh langit,,,rekahkanlah cahaya nan mengharu biru
menghentikan kisah hujan sehari dulu
aku ingin itu,,,,,
ku bukai tirai-tirai pembunuh sepi
lalu sentuhan membelai jemari
oh,,,ternyata kau disini,,,bukankah kucari sedari tadi
kulum senyummu menyiratkan arti
menggodaku biar sejenak linglung tak tau lagi
bidadari hilang tadi,,,,
ah sayang,,,seumpama masa menjemput kau dan aku
inginku bersamamu melewati itu
menuntun langkah mengecap kalbu
melanjutkan kisah ke wujud baru
di tempat itu,,,,,
tak ada mimpiku terkhayal nanti
kesendirian bukan jalanku menatap mentari
karna adanya kau adalah cahayaku tak putus mati
tetaplah disini disisi raga dan hati
kau bidadariku,,,kini dan nanti
tak ingin ada yang lain lagi..
entah bagaimana menceritakan hawa rindu
langit berkabut menurunkan putih salju
menganak sungai pecahan beku hingga ke ujung hulu
dan sampailah pada satu waktu,,,,
perjamuan laut biru
membentang dari awal mula tercipta ini
deru angin menghantarkan riak gelombang tanpa permisi
melandai perjalanan melewati lereng-lereng sepi
tak apalah,,,biar rimba hantu menguliti warna mentari
bumi tetap sama menyaksikan jalan nanti
terus lajuan tak henti di pandang jemu
itu pengibaratan selaksa rindu
menuai benih kasih di balik kelambu biru
kau dan aku,,,mengecap manis madu nuansa syahdu
mencairkan hening masa sekejap lalu
ini adalah kisah dua hati
menyatukan rasa pada kultur sejati
biar seribu masa berganti-ganti
ketetapan hati takkan pernah ingkar janji
untukmu aku terberi,,,untukku kau terberi
langit berkabut menurunkan putih salju
menganak sungai pecahan beku hingga ke ujung hulu
dan sampailah pada satu waktu,,,,
perjamuan laut biru
membentang dari awal mula tercipta ini
deru angin menghantarkan riak gelombang tanpa permisi
melandai perjalanan melewati lereng-lereng sepi
tak apalah,,,biar rimba hantu menguliti warna mentari
bumi tetap sama menyaksikan jalan nanti
terus lajuan tak henti di pandang jemu
itu pengibaratan selaksa rindu
menuai benih kasih di balik kelambu biru
kau dan aku,,,mengecap manis madu nuansa syahdu
mencairkan hening masa sekejap lalu
ini adalah kisah dua hati
menyatukan rasa pada kultur sejati
biar seribu masa berganti-ganti
ketetapan hati takkan pernah ingkar janji
untukmu aku terberi,,,untukku kau terberi
Sabtu, 31 Mei 2014
sebening embun di deru nafas pagi
rekah cahaya menyampaikan kabar mentari
tak cukup lama malam menenggelamkan wajah mimpi
raut fajar merona jingga telah kembali
memberi warna alam serupa kemarin lagi
indahnya,,,cipta kasih YANG MAHA SUCI
terjaga dari pejam mata pembaringan raga
menguntit cahaya di sela-sela ruas jendela
oh,,,ternyata pagi telah tiba
menyadarkan bias mimpi sedari tadi menggoda
membunuh sepi seiring kumandang adzan melanglang buana
ini gema mengundang jiwa
bersujud pada-NYA YANG MAHA KUASA
tak ingin sendiri menjajaki hari
ya,,,hadirmu disisi senantiasa menemani
kebersamaan kita adalah tali suci
mengikat kesetiaan dari hati mewujud genggam jemari
atas anugrah-NYA tak henti-henti
indah cinta kita serupa rona pelangi
menghias warna langit sehabis rinai hujan mengecup mentari
duh,,,YANG MAHA KUASA
KAU adalah awal segala
Kupasrahkan rasa ini atas restu-MU dalam doa
Berikanlah kami jalan surga kala nanti saatnya tiba
Tiada ingkar hati ku sujudkan jiwa
Memohan kasihmu tanpa jera
Untukku dan dia yang kucinta.
rekah cahaya menyampaikan kabar mentari
tak cukup lama malam menenggelamkan wajah mimpi
raut fajar merona jingga telah kembali
memberi warna alam serupa kemarin lagi
indahnya,,,cipta kasih YANG MAHA SUCI
terjaga dari pejam mata pembaringan raga
menguntit cahaya di sela-sela ruas jendela
oh,,,ternyata pagi telah tiba
menyadarkan bias mimpi sedari tadi menggoda
membunuh sepi seiring kumandang adzan melanglang buana
ini gema mengundang jiwa
bersujud pada-NYA YANG MAHA KUASA
tak ingin sendiri menjajaki hari
ya,,,hadirmu disisi senantiasa menemani
kebersamaan kita adalah tali suci
mengikat kesetiaan dari hati mewujud genggam jemari
atas anugrah-NYA tak henti-henti
indah cinta kita serupa rona pelangi
menghias warna langit sehabis rinai hujan mengecup mentari
duh,,,YANG MAHA KUASA
KAU adalah awal segala
Kupasrahkan rasa ini atas restu-MU dalam doa
Berikanlah kami jalan surga kala nanti saatnya tiba
Tiada ingkar hati ku sujudkan jiwa
Memohan kasihmu tanpa jera
Untukku dan dia yang kucinta.
Langganan:
Postingan (Atom)