Temaram mengumpat luka
Itu kisah lama di remang gulita
kini tiba saatnya pendar memberi warna
memutus arus lara yang sekian lama mendera
kau sang kekasih jiwa,,,tetaplah disini senantiasa
temani langkahku menjejak masa
hiasi hariku dengan penuh cinta
deru,,,begitulah gejolak rindu memburu
penitian itu telah sampai pada ujung temu
disitu,,,di indah nuansa syahdu
berdua kita mengilhami makna rindu
semua hanya sejenak menunggu waku
kebahagiaan akan segera menjamu
melepas kelu pilu yang sempat mengganggu
tak lepas harap hingga masanyatiba
mimpi adalah jembatan meraih nyata
letih tak cukup memberikan jeda
kau adanya,,,adalah pelabuhan rasa
mendamaikan hati dengan teduh cinta yang kau punya
begitulah makna cinta diantara kita
mengukir keabadiaan dengan tinta legenda
satu cinta untuk selamanya
jerit pilu tinggallah masa lalu
tak kurang masa cukup tuk kita memadu
dan selanjutnya alur cerita tak terhenti hingga masa itu
berlanjut kisahnya di indah peradu
itulah cipta kasih YANG MAHA TAHU
kita satu,,,,
Jumat, 30 Mei 2014
Mengerut dahi malam,,,
Melukiskan gurat rona langit temaram
Enggan bintang terbius rembulan muram
Itu,,,hanya sekedar gambaran wajah suram
Tak lagi kini,,, ada sekilas melingkup kelam
Semua telah jauh terkubur dalam
Seiring sambut pagi menguluk salam
Menjamulah titian asa yang tersulam
Indah nuansa kini telah tergenggam
Jauh menggeluti masa waktu
Tak sedikitpun lelah mengeringkan peluh rindu
Perjalanan adalah sebuah makna tanpa jemu
Akhir itu ,,,sampai pada muara hulu
Terengkuh dayung mempercepat laju
Menyandarkan biduk rasa pada bongkahan hasrat memburu
Untukmu,,,,tentangmu,,,
Entah,,,harus bagaimana penjelasan
Tak cukup kata terangkai dalam ungkap perasaan
Pandang kalbu telah menemui titik pancaran
Ya,,,itulah kau di balik tudung kerinduan
Menantiku menyingkap tirai keremangan
Menguliti gulita enggan lagi memberi jamuan
Begitulah kau semisal pelita keabadian
Tonggak cahaya arah kebahagiaan
Musiman sepi kini telah jadi kisah imaji
Warna-warni terisi penuh rona pelangi
Cukuplah,,,sepenggalan sunyi ikut pergi
Pergulatan hati memenangkan makna sejati
Cinta terukir abadi,,,,,
Satu kata,,,cukup kau bidadari senantiasa disisi.....
Melukiskan gurat rona langit temaram
Enggan bintang terbius rembulan muram
Itu,,,hanya sekedar gambaran wajah suram
Tak lagi kini,,, ada sekilas melingkup kelam
Semua telah jauh terkubur dalam
Seiring sambut pagi menguluk salam
Menjamulah titian asa yang tersulam
Indah nuansa kini telah tergenggam
Jauh menggeluti masa waktu
Tak sedikitpun lelah mengeringkan peluh rindu
Perjalanan adalah sebuah makna tanpa jemu
Akhir itu ,,,sampai pada muara hulu
Terengkuh dayung mempercepat laju
Menyandarkan biduk rasa pada bongkahan hasrat memburu
Untukmu,,,,tentangmu,,,
Entah,,,harus bagaimana penjelasan
Tak cukup kata terangkai dalam ungkap perasaan
Pandang kalbu telah menemui titik pancaran
Ya,,,itulah kau di balik tudung kerinduan
Menantiku menyingkap tirai keremangan
Menguliti gulita enggan lagi memberi jamuan
Begitulah kau semisal pelita keabadian
Tonggak cahaya arah kebahagiaan
Musiman sepi kini telah jadi kisah imaji
Warna-warni terisi penuh rona pelangi
Cukuplah,,,sepenggalan sunyi ikut pergi
Pergulatan hati memenangkan makna sejati
Cinta terukir abadi,,,,,
Satu kata,,,cukup kau bidadari senantiasa disisi.....
menyusup di sela-sela rimbun gulita
ini pagi telah tiba dangan sapa cahaya
fajar,,,begitulah dia punya nama
menginduk mentari memberi selimut jiwa
menutup masa gulita selepas purnama
dan,,,keremangan itu tak jadi kelabu warna
indah cakrawala dalam nuansa cinta
embun membasuh wajah lalu
menjungkalkan masa lampau yang mengelabu
cukuplah kini,,,kehangatan itu memadu
menguliti kesepian yang sempat merancu
begitulah makna hadirmu,,,
serupa sapa pelangi setelah gerimis itu
sungguh,,,mendamaikan kalbu
mengusir kelu tak lagi menjamu
tak lepas pandangan dari raut semesta
membias wajah cinta dalam bayangan rasa
nyata,,,kini adanya sentuh itu membelai mesra
membuai diri meniti tangga nirwana
menikmati masa-masa penuh suka cita
kau dan aku sama,,,cinta dan mencinta
menunggu telah sampai pada ujung temu
kesetiaan tak ragu menjadi pegangan kalbu
tak kurun waktu membuyarkan asa rindu
semua sesuai dengan anganku
menderu gema cinta hingga langit biru
menyuarakan api asmara tak pandang jemu
antara,,,aku dan dirimu...
ini pagi telah tiba dangan sapa cahaya
fajar,,,begitulah dia punya nama
menginduk mentari memberi selimut jiwa
menutup masa gulita selepas purnama
dan,,,keremangan itu tak jadi kelabu warna
indah cakrawala dalam nuansa cinta
embun membasuh wajah lalu
menjungkalkan masa lampau yang mengelabu
cukuplah kini,,,kehangatan itu memadu
menguliti kesepian yang sempat merancu
begitulah makna hadirmu,,,
serupa sapa pelangi setelah gerimis itu
sungguh,,,mendamaikan kalbu
mengusir kelu tak lagi menjamu
tak lepas pandangan dari raut semesta
membias wajah cinta dalam bayangan rasa
nyata,,,kini adanya sentuh itu membelai mesra
membuai diri meniti tangga nirwana
menikmati masa-masa penuh suka cita
kau dan aku sama,,,cinta dan mencinta
menunggu telah sampai pada ujung temu
kesetiaan tak ragu menjadi pegangan kalbu
tak kurun waktu membuyarkan asa rindu
semua sesuai dengan anganku
menderu gema cinta hingga langit biru
menyuarakan api asmara tak pandang jemu
antara,,,aku dan dirimu...
Memandang jauh ke luas cakrawala
Memancar rona dengan pendar cahaya
Serupa itulah,,,senyummu senantiasa
Mengusir letihku dalam peluh raga
Kau bagai pelita penuntun arah jiwa
Membawa diri kemuara bahagia
Seribu kata tak mampu ungkap cerita
Tentang lajuan kasih dalam biduk asmara
inilah rasa yang dinamakan cinta
bergelut indah memekarkan gelora
semisal badai akan datang mendera
tak hempas karam pelayaran tetap terjaga
kau sang kekasih tambatan hati
selalu disini,,,tak lepas genggam jemari
leburkan cinta dalam satuan janji
ikrar nan suci menjadi kokoh pondasi
semua terjalin hingga masanya nanti
kau bidadari,,,takkan terganti
merengkuhku dengan kasih setulus hati
selepas hujan tersapa senyum pelangi
itu umpama,,,langkah yang kita titi
semua dera hanya penguji
memberi masa untuk kita pahami
Dan akhirnya kesetiaan melukis abadi
tulus cinta dalam warna sejati
antara kita dua hati saling berbagi,,,
Memancar rona dengan pendar cahaya
Serupa itulah,,,senyummu senantiasa
Mengusir letihku dalam peluh raga
Kau bagai pelita penuntun arah jiwa
Membawa diri kemuara bahagia
Seribu kata tak mampu ungkap cerita
Tentang lajuan kasih dalam biduk asmara
inilah rasa yang dinamakan cinta
bergelut indah memekarkan gelora
semisal badai akan datang mendera
tak hempas karam pelayaran tetap terjaga
kau sang kekasih tambatan hati
selalu disini,,,tak lepas genggam jemari
leburkan cinta dalam satuan janji
ikrar nan suci menjadi kokoh pondasi
semua terjalin hingga masanya nanti
kau bidadari,,,takkan terganti
merengkuhku dengan kasih setulus hati
selepas hujan tersapa senyum pelangi
itu umpama,,,langkah yang kita titi
semua dera hanya penguji
memberi masa untuk kita pahami
Dan akhirnya kesetiaan melukis abadi
tulus cinta dalam warna sejati
antara kita dua hati saling berbagi,,,
Menjejak di lingkar sepi mencari makna sejati
Tertemu sekar melati,,,meranum taburkan wangi
Kau bidadari,,tunggulah sebentar lagi
Ini seperti yang lama kita nanti
Menikmati keindahan taman syurgawi
Berbunga-bunga di semua sisi
Warna-warni menjadi pengisi
Tak jemu pandangku menaruh hati
Nyata ada kau disana bercadar pelangi
Disitu,,,di bangku besi serupa mimpi
Kau menantiku dalam duduk nan menyendiri
Kesetiaanmu begitu kan terbalas kini
Membalas apa yang seharusnya terberi
Menyunggingkan senyum melepas jeruji sunyi
Kau dan aku saling bersandar rebahkan diri
Memandang cakrawala indah dalam tatap hati
Seketika cahaya tak kenal gulita
Pendar sinaran senantiasa ada
Menjangkit mentari menitip purnama
Pergantian rona tak ada kata binasa
Itulah nuansa,,,melingkupi cinta kita
Mengiring keindahan tanpa batas masa
Semisal keabadian cipta kuasa,,,begitulah kau dan aku adanya,,,,
Hingga masanya tiba,,,
Saat-saat tak lepas dari kebersamaan jiwa
Rengkuh cinta menjawab semua tanya
Ini kisah kita melegenda membukukan kisah rasa
Terkenang senantiasa serupa canduan di setiap masa
Teguh cinta kita telah jauh membungkam dunia.
Tertemu sekar melati,,,meranum taburkan wangi
Kau bidadari,,tunggulah sebentar lagi
Ini seperti yang lama kita nanti
Menikmati keindahan taman syurgawi
Berbunga-bunga di semua sisi
Warna-warni menjadi pengisi
Tak jemu pandangku menaruh hati
Nyata ada kau disana bercadar pelangi
Disitu,,,di bangku besi serupa mimpi
Kau menantiku dalam duduk nan menyendiri
Kesetiaanmu begitu kan terbalas kini
Membalas apa yang seharusnya terberi
Menyunggingkan senyum melepas jeruji sunyi
Kau dan aku saling bersandar rebahkan diri
Memandang cakrawala indah dalam tatap hati
Seketika cahaya tak kenal gulita
Pendar sinaran senantiasa ada
Menjangkit mentari menitip purnama
Pergantian rona tak ada kata binasa
Itulah nuansa,,,melingkupi cinta kita
Mengiring keindahan tanpa batas masa
Semisal keabadian cipta kuasa,,,begitulah kau dan aku adanya,,,,
Hingga masanya tiba,,,
Saat-saat tak lepas dari kebersamaan jiwa
Rengkuh cinta menjawab semua tanya
Ini kisah kita melegenda membukukan kisah rasa
Terkenang senantiasa serupa canduan di setiap masa
Teguh cinta kita telah jauh membungkam dunia.
Di ujung pendakian membidik harapan
Ini pelayaran,,,tinggal sepenggal jalan
Dermaga labuhan kian nyata dari samaran
Hadirlah jamuan pelepas wajah kerinduan
Kunantikan ini tanpa keraguan
Bersanding denganmu mengecap keabadian
Meluluh lantahkan masa lara tinggal kenangan
Kau bagai secercah di geram kebutaan
Menuntunku dengan cahaya kasihmu nan menghangatkan
Bisu suara hanya sedikit penjelasan
Beribu aksara tak mampu mengungkap perasaan
Tentang indah cinta kita tanpa batas ukuran
Serupa mawar jingga menguntum mekar di taman impian
Layu,,,itu kisah sepeninggal hujan tak ditemukan
Mendalami bukan seperti mimpi
Adanya kau disisi,,,adalah kepastian hati
Sentuhmu beriku nuansa surgawi
Menggelitik jemari merebahkan diri
Kita melewati ini penuh cinta bertutur wangi
Berbisik mesra mengisahkan masa nanti
Tak kurun sepi,,,
Kebahagiaan serupa yang diharapi
Menjalani hidup dengan kesempurnaan alami
Kau menemani,,,tak kenal kata jeri
Membasuh peluhku dengan tangan kasihmu nan suci
Semisal jelang lara waktuku di batas mati
Kesetiaan itu selalu abadi
Renggut pasti terbalas janji,,,penantian sejati di alam nanti
Kau nyata bidadari,,,tak ada yang lain lagi...
Ini pelayaran,,,tinggal sepenggal jalan
Dermaga labuhan kian nyata dari samaran
Hadirlah jamuan pelepas wajah kerinduan
Kunantikan ini tanpa keraguan
Bersanding denganmu mengecap keabadian
Meluluh lantahkan masa lara tinggal kenangan
Kau bagai secercah di geram kebutaan
Menuntunku dengan cahaya kasihmu nan menghangatkan
Bisu suara hanya sedikit penjelasan
Beribu aksara tak mampu mengungkap perasaan
Tentang indah cinta kita tanpa batas ukuran
Serupa mawar jingga menguntum mekar di taman impian
Layu,,,itu kisah sepeninggal hujan tak ditemukan
Mendalami bukan seperti mimpi
Adanya kau disisi,,,adalah kepastian hati
Sentuhmu beriku nuansa surgawi
Menggelitik jemari merebahkan diri
Kita melewati ini penuh cinta bertutur wangi
Berbisik mesra mengisahkan masa nanti
Tak kurun sepi,,,
Kebahagiaan serupa yang diharapi
Menjalani hidup dengan kesempurnaan alami
Kau menemani,,,tak kenal kata jeri
Membasuh peluhku dengan tangan kasihmu nan suci
Semisal jelang lara waktuku di batas mati
Kesetiaan itu selalu abadi
Renggut pasti terbalas janji,,,penantian sejati di alam nanti
Kau nyata bidadari,,,tak ada yang lain lagi...
dari senjakala hingga fajar tiba
tetaplah sama,,,takkan ada yang berubah warna
ini tentang rona pancaran cinta
begitu senantiasa tak redup cahaya
serupa padam pelita,,,itu makna jingga
tabir surya hanya sedikit menyela
karna semua telah pada tempatnya
mengisi di sela-sela kurungan masa
lewat hari seperti sediakala
berpayung rindu dalam pandangan mata
kilas senyum menjadi penuntun jiwa
arah tuju,,,takkan merimba renta
debar memagutkan gairah rasa
buruan adanya di rengkuh sapa
itu kau,,,pemilik nafas cinta
jamahlah aku dengan desah yang kau punya
mendekap erat dalam bius asmara
malam tak jadi saksi bisu
membisik rindu dalam nuansa peradu
sang bayu bertutur malu
menutup kelambu di balik tirai biru
aku dan kau,,,menikmati masa itu
terus berlanjut hingga saat-saat berlagu
iramakan kidung cinta setulus kalbu
mendayu,,,
tak tahu,,,cukuplah satu
kebersamaan semisal laut dan gelombang pemburu
aku ada untukmu sepanjang waktu
berbagi rasa tak pandang jemu
mengibaratkan dawai pada petikan rindu
merdu,,,kala nada tertemu
antara kau dan aku
tetaplah sama,,,takkan ada yang berubah warna
ini tentang rona pancaran cinta
begitu senantiasa tak redup cahaya
serupa padam pelita,,,itu makna jingga
tabir surya hanya sedikit menyela
karna semua telah pada tempatnya
mengisi di sela-sela kurungan masa
lewat hari seperti sediakala
berpayung rindu dalam pandangan mata
kilas senyum menjadi penuntun jiwa
arah tuju,,,takkan merimba renta
debar memagutkan gairah rasa
buruan adanya di rengkuh sapa
itu kau,,,pemilik nafas cinta
jamahlah aku dengan desah yang kau punya
mendekap erat dalam bius asmara
malam tak jadi saksi bisu
membisik rindu dalam nuansa peradu
sang bayu bertutur malu
menutup kelambu di balik tirai biru
aku dan kau,,,menikmati masa itu
terus berlanjut hingga saat-saat berlagu
iramakan kidung cinta setulus kalbu
mendayu,,,
tak tahu,,,cukuplah satu
kebersamaan semisal laut dan gelombang pemburu
aku ada untukmu sepanjang waktu
berbagi rasa tak pandang jemu
mengibaratkan dawai pada petikan rindu
merdu,,,kala nada tertemu
antara kau dan aku
Langganan:
Postingan (Atom)