Bias-bias warna pelangi
Indah nian nampak berseri
Hilangkan kesedihan nan menghinggapi
Hiasi langkah diri menjemput sang bidadari
Binar-binar cinta menyentuh jiwa
Hadirkan kehangatan dalam ikatan rasa
Membawa diri meniti asa
Menggapai singgasana cinta yang dipuja
Bersama dirinya kekasih kudamba
Mimpi-mimpi rona baru
Berlalu sudah bayangan semu
Berganti kebahagian tanpa titik jemu
Meraih indahnya yang telah lama ku tunggu
Menepis keraguan hati yang membelenggu
Bayang-bayang rindu harapan
Kini tercapai genggam impian
Tiada lagi seberkas kedukaan
Semua sirna tenggelam terlupakan
Biarlah menjadi kenangan mengharukan
Yang tak ingin lagi menggoyahkan
Kokoh hati menjemput kebahagian
Dalam jalinan hati penuh ketulusan
Rabu, 03 Desember 2014
HIASAN SEMU CINTA DALAM MAYA
Sendu kata-kata cinta semanis madu
membuatku terpaku terbelenggu bayangan semu
kau begitu mempesona menawan kalbu
terpedaya aku dalam rayumu yang penuh candu
tanpa kutahu semua hanya hiasan tipu
semakin hari semakin merajam jiwa
tak kusangka semua begini akhirnya
dia yang kupuja ternya hanya penghianat rasa
penuh tipudaya menikam menusuk sukma
hingga akhirnya sendiriku memeluk lara
tiada tempat bernaung menyandarkan raga
terbelenngu duka terjerembab tanpa daya
menyesal kini meratapi nasib diri
begitu mudahnya ku terbawa arus mimpi
sedang kutahu semua memang tak pasti
tersembunyi dalam misteri seribu arti
tentang cinta yang berawal dari ilusi
dan akhirnya tersisa kesakitan tiada henti
kucoba kembali melangkah menatap jauh di ujung asa
meninggalkan kisah maya yang berakhir duka
tak ingin ku kembali terjerat dalam pesonanya
indahnya hanya sementara manisnya hanya kiasan dusta
tiada tulus rasa kesejatian bagai angan belaka
membuatku terpaku terbelenggu bayangan semu
kau begitu mempesona menawan kalbu
terpedaya aku dalam rayumu yang penuh candu
tanpa kutahu semua hanya hiasan tipu
semakin hari semakin merajam jiwa
tak kusangka semua begini akhirnya
dia yang kupuja ternya hanya penghianat rasa
penuh tipudaya menikam menusuk sukma
hingga akhirnya sendiriku memeluk lara
tiada tempat bernaung menyandarkan raga
terbelenngu duka terjerembab tanpa daya
menyesal kini meratapi nasib diri
begitu mudahnya ku terbawa arus mimpi
sedang kutahu semua memang tak pasti
tersembunyi dalam misteri seribu arti
tentang cinta yang berawal dari ilusi
dan akhirnya tersisa kesakitan tiada henti
kucoba kembali melangkah menatap jauh di ujung asa
meninggalkan kisah maya yang berakhir duka
tak ingin ku kembali terjerat dalam pesonanya
indahnya hanya sementara manisnya hanya kiasan dusta
tiada tulus rasa kesejatian bagai angan belaka
AIR MATA CINTAKU
Sendiri merenung jauh dalam sanubari
Ku terikat heningnya malam bertabur sunyi
Sepi setelah semuanya berlalu pergi
Hanya rintihan pilu tersisa menyayat hati
Tertinggal diri meronta tanpa henti
Menahan lara yang kian menjadi
Derai air mata sendu menenggelamkan anganku
Membidik buih-buih luka menampar lembut wajahku
Jeratan lara semakin kuat memasung jiwaku
Tertunduk meratapi nasib cintaku
Penuh kepalsuan merenggut bahagiaku
Telah kucoba menghimpun asa diri
Mengusir segala perih nan menyakiti
Merenda indahnya yang ingin dimiliku
Tergenggam selalu tiada terlepas lagi
Elegi cinta kisah rasa tak sekedar janji
Memeluk setia hangat mesra yang diharapi
Kini kupasrahkan diri berserah dalam kalbu
Mengais cinta walau terlihat semu
Ragu hati terhempas rindu
Berharap akhirnya tak lagi kelabu
Membelai mesra meyentuh tiada jemu
Menghapus gelisah membero rona baru
Ku terikat heningnya malam bertabur sunyi
Sepi setelah semuanya berlalu pergi
Hanya rintihan pilu tersisa menyayat hati
Tertinggal diri meronta tanpa henti
Menahan lara yang kian menjadi
Derai air mata sendu menenggelamkan anganku
Membidik buih-buih luka menampar lembut wajahku
Jeratan lara semakin kuat memasung jiwaku
Tertunduk meratapi nasib cintaku
Penuh kepalsuan merenggut bahagiaku
Telah kucoba menghimpun asa diri
Mengusir segala perih nan menyakiti
Merenda indahnya yang ingin dimiliku
Tergenggam selalu tiada terlepas lagi
Elegi cinta kisah rasa tak sekedar janji
Memeluk setia hangat mesra yang diharapi
Kini kupasrahkan diri berserah dalam kalbu
Mengais cinta walau terlihat semu
Ragu hati terhempas rindu
Berharap akhirnya tak lagi kelabu
Membelai mesra meyentuh tiada jemu
Menghapus gelisah membero rona baru
HANYA KESAKITAN YANG TERSISA
Manis senyummu menjadi madu ditiap malam yang kelabu
Canda tawamu masih terbayang dalam lamunanku
Mengukir lagi kenangan waktu kita bersama dulu
Memadu cinta berbagi rasa tanpa jemu
Namun semua kini tinggal kisah lalu
Yang tersisa hanya kepahitan merundung pilu
Tak terhitung lagi curahan air mata membasahi pipi
Menetes tiap-tiap kesakitan ini merajai hati
kucoba menghimpun asa yang telah terkubur diri
Tetap masih saja tak mampu menghapus sepi yang menyelimuti
Terasa tiada lagi kebahagian menghampiri
Tak terlihat lagi adanya pelangi yang mewarnai
Suram temaram dalam hiasan mimpi
Ingin sekali ku hapus ada mu dijiwa ku
Mengusir segala rindu yang membuatku terpaku semu
Menghapus segala puing-puing rasa yang pernah mencumbu
Hilang arah tanpa sandaran diri menopangku
Terbuang sendiri dalam gelapnya hati tak berlampu
Jenuh hatiku akan semua kepedihan ini
terasa tak mampu lagi diri melangkah menapaki hari
Lelah jiwa ini menahan terpaan lara menusuki
Seakan ku melangkah di luasnya padang berduri
Hanya kesakitan yang kudapati tanpa henti
Canda tawamu masih terbayang dalam lamunanku
Mengukir lagi kenangan waktu kita bersama dulu
Memadu cinta berbagi rasa tanpa jemu
Namun semua kini tinggal kisah lalu
Yang tersisa hanya kepahitan merundung pilu
Tak terhitung lagi curahan air mata membasahi pipi
Menetes tiap-tiap kesakitan ini merajai hati
kucoba menghimpun asa yang telah terkubur diri
Tetap masih saja tak mampu menghapus sepi yang menyelimuti
Terasa tiada lagi kebahagian menghampiri
Tak terlihat lagi adanya pelangi yang mewarnai
Suram temaram dalam hiasan mimpi
Ingin sekali ku hapus ada mu dijiwa ku
Mengusir segala rindu yang membuatku terpaku semu
Menghapus segala puing-puing rasa yang pernah mencumbu
Hilang arah tanpa sandaran diri menopangku
Terbuang sendiri dalam gelapnya hati tak berlampu
Jenuh hatiku akan semua kepedihan ini
terasa tak mampu lagi diri melangkah menapaki hari
Lelah jiwa ini menahan terpaan lara menusuki
Seakan ku melangkah di luasnya padang berduri
Hanya kesakitan yang kudapati tanpa henti
TAMAN ASMARA
Taman cinta berbunga asmara
Aroma rasa harum menyapa
Wanginya penuh candu menggoda
Membuat hati terlena akan ronanya
Mempesona berhiaskan pelangi seribu warna
Menambah indahnya yang kian memikat jiwa
Aku dan dirimu yang kukasihi
Saling berbagi mengikat janji
Seiring langkah meniti hari
Menikmati rona indahnya taman hati
Selalu bersama hingga akhir nanti
Mencapai kebahagian yang sejati
Senyum tawa canda bahagia
Hilang resah gelisah lara
Tanpa jemu hasrat yang menggelora
Dalam singgasana rasa melukis cinta
Mengukir keabadian balutan asmara
Hingga titik akhir yang tak pernah ada
Angan yang dulu sebatas mimpi
Kini tergenggam terpenuhi
Kedukaanpun berlalu pergi
Tiada lagi kembali menghampiri
Karena kokoh hati telah teruji
Pada satu hati kusandarkan diri
Tulus rasaku padamu yang kucintai
Aroma rasa harum menyapa
Wanginya penuh candu menggoda
Membuat hati terlena akan ronanya
Mempesona berhiaskan pelangi seribu warna
Menambah indahnya yang kian memikat jiwa
Aku dan dirimu yang kukasihi
Saling berbagi mengikat janji
Seiring langkah meniti hari
Menikmati rona indahnya taman hati
Selalu bersama hingga akhir nanti
Mencapai kebahagian yang sejati
Senyum tawa canda bahagia
Hilang resah gelisah lara
Tanpa jemu hasrat yang menggelora
Dalam singgasana rasa melukis cinta
Mengukir keabadian balutan asmara
Hingga titik akhir yang tak pernah ada
Angan yang dulu sebatas mimpi
Kini tergenggam terpenuhi
Kedukaanpun berlalu pergi
Tiada lagi kembali menghampiri
Karena kokoh hati telah teruji
Pada satu hati kusandarkan diri
Tulus rasaku padamu yang kucintai
RESAH SENDIRI
Gelisah menerpa mengurai kata
Mengores tinta laksana nada tanpa irama
Mengalun tirai sang simponi yang terlupa
Meronta melekat erat sejuta rasa
Merasuk menikam ke dalam sukma
Tertoreh kiasan hati nan terpedaya
Resah merebah sekujur badan
Pilu hati terjerat dalam kerinduan
Tetes air mata mengalir tercurahkan
Mengungkit tersungkur lesu tertinggalkan
Terkulai lemah terbiar tak terelakan
Jauh tenggelam terbelenggu kedukaan
Gundah merajah tubuh tiada jemu
Dikala nada rindu mengalun sendu
Melodi cintapun terdengar begitu pilu
Bersyair mencoba mengikis kelu
Jatuh hati kian mencandu
Sendiri melayang terbungkam kesunyian
Jiwa terkapar terhempas kesepian
Terbentang lautan lara menarik menenggelamkan
Merilis kisah duka nan terlupakan
Kembali hadir melukis keresahan
Aku yang tercampakkan
Mengores tinta laksana nada tanpa irama
Mengalun tirai sang simponi yang terlupa
Meronta melekat erat sejuta rasa
Merasuk menikam ke dalam sukma
Tertoreh kiasan hati nan terpedaya
Resah merebah sekujur badan
Pilu hati terjerat dalam kerinduan
Tetes air mata mengalir tercurahkan
Mengungkit tersungkur lesu tertinggalkan
Terkulai lemah terbiar tak terelakan
Jauh tenggelam terbelenggu kedukaan
Gundah merajah tubuh tiada jemu
Dikala nada rindu mengalun sendu
Melodi cintapun terdengar begitu pilu
Bersyair mencoba mengikis kelu
Jatuh hati kian mencandu
Sendiri melayang terbungkam kesunyian
Jiwa terkapar terhempas kesepian
Terbentang lautan lara menarik menenggelamkan
Merilis kisah duka nan terlupakan
Kembali hadir melukis keresahan
Aku yang tercampakkan
BINAR-BINAR CINTA
Pelangi kasih warnai hari
Rindu resah berlalu pergi
Duka hati kini tiada lagi
Tersisa kebahagian tanpa tepi
Bersamamu sang kekasih hati
Melangkah seiring merenda mimpi
Binar-binar cahaya cinta
Menjadi pelita kelam hati yang terluka
Rona indahnya nan mempesona
Hadir memberi kehangatan jiwa
Tak sekedar ilusi semata
Namun nyata rasa tanpa lara
Sepi sendiri yang dulu merajai
Kini tinggal kenangan tak berarti
Tak ingin lagi semuanya hadir kembali
Biarlah sebatas kisah yang dilalui
Dalam cerita langkah perjalanan diri
Tulus hati memadu rasa
Hasrat cinta menggenggam setia
Mengukir kisah hingga akhir masa
Tak ternoda walau seribu goda menyapa
Tetap terjaga pada satu cinta
Rindu resah berlalu pergi
Duka hati kini tiada lagi
Tersisa kebahagian tanpa tepi
Bersamamu sang kekasih hati
Melangkah seiring merenda mimpi
Binar-binar cahaya cinta
Menjadi pelita kelam hati yang terluka
Rona indahnya nan mempesona
Hadir memberi kehangatan jiwa
Tak sekedar ilusi semata
Namun nyata rasa tanpa lara
Sepi sendiri yang dulu merajai
Kini tinggal kenangan tak berarti
Tak ingin lagi semuanya hadir kembali
Biarlah sebatas kisah yang dilalui
Dalam cerita langkah perjalanan diri
Tulus hati memadu rasa
Hasrat cinta menggenggam setia
Mengukir kisah hingga akhir masa
Tak ternoda walau seribu goda menyapa
Tetap terjaga pada satu cinta
Langganan:
Postingan (Atom)